Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 17:48 WIB

Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Nama Kabupaten Banjar: Warisan Kesultanan Besar

Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Nama Kabupaten Banjar: Warisan Kesultanan BesarMartapura, Kabupaten Banjar (pinterest)

Jejak Sejarah di Balik Nama Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah paling bersejarah di Provinsi Kalimantan Selatan. Dikenal dengan julukan "Serambi Mekkah", wilayah yang beribu kota di Martapura ini menyimpan narasi panjang yang tidak bisa dipisahkan dari kejayaan Kesultanan Banjar di masa lampau. Namun, dari mana sebenarnya asal-usul nama "Banjar" itu sendiri?

Akar Kata Banjar
Secara etimologi, kata Banjar diyakini berasal dari bahasa Melayu kuno atau bahasa penduduk lokal yang merujuk pada pemukiman yang tertata. Nama ini memiliki makna "berderet" atau "berjajar". Konon, hal ini merujuk pada pola pemukiman awal masyarakat di sepanjang bantaran sungai yang rumah-rumahnya dibangun berderet mengikuti aliran air. Sungai memang menjadi nadi kehidupan utama bagi masyarakat Kalimantan sejak dahulu kala.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Banjar berasal dari penyebutan masyarakat terhadap "Kampung Banjar", sebuah kawasan pemukiman yang terletak di muara sungai. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan pengaruh politik, nama ini kemudian melekat pada identitas suku bangsa dan entitas politik yang besar.

Hubungan dengan Kesultanan Banjar
Asal-usul nama Kabupaten Banjar secara administratif berkaitan erat dengan berdirinya Kesultanan Banjar pada abad ke-16. Peristiwa ikonik yang menandai lahirnya identitas ini adalah ketika Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah. Beliau memindahkan pusat pemerintahan ke Banjarmasin, yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan internasional.

Setelah melalui berbagai pergolakan politik dan tekanan kolonial Belanda, pusat kekuasaan Kesultanan Banjar sempat berpindah beberapa kali hingga akhirnya menetap di Martapura. Sejak saat itu, Martapura dan wilayah sekitarnya menjadi jantung budaya dan spiritual masyarakat Banjar.

Pembentukan Secara Administratif
Nama Kabupaten Banjar secara resmi digunakan dalam sistem pemerintahan Indonesia untuk merujuk pada wilayah daratan yang mengelilingi pusat kebudayaan Banjar. Wilayah ini dibentuk untuk melestarikan nilai-nilai historis dari eksistensi masyarakat Banjar yang religius dan memiliki etos dagang yang tinggi.

Kini, Kabupaten Banjar bukan sekadar nama geografis. Ia merupakan simbol keteguhan budaya. Dari tambang intan di Cempaka hingga wisata religi di Sekumpul, nama Banjar terus bersinar sebagai identitas masyarakat yang memegang teguh adat istiadat dan nilai-nilai keislaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Sejarah dan Asal-usul Nama Kabupaten Banjar: Warisan Kesultanan Besar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!