suasana haul abah guru sekumpul (kaltengonline)
Puncak peringatan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul, baru saja berlangsung dengan khidmat di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Acara yang digelar pada penghujung Desember 2025 ini mencatatkan sejarah baru dengan perkiraan kehadiran mencapai 5 juta jamaah dari berbagai pelosok nusantara hingga mancanegara.
Sejak beberapa hari sebelum acara inti, arus kedatangan jamaah sudah memadati jalur-jalur utama menuju Martapura. Ribuan relawan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan menyediakan konsumsi gratis di ratusan posko yang tersebar dari arah Banjarmasin, Hulu Sungai, hingga Kalimantan Timur. Fenomena ini mempertegas bahwa Haul Sekumpul tetap menjadi salah satu reuni spiritual terbesar di dunia.
Kawasan Sekumpul dan sekitarnya berubah menjadi lautan manusia berbaju putih. Ruas jalan hingga radius beberapa kilometer dari Mushalla Ar-Raudhah dipenuhi jamaah yang duduk rapi beralaskan sajadah. Meski cuaca sempat diwarnai hujan rintik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pencinta Abah Guru Sekumpul untuk mengikuti rangkaian pembacaan Maulid, zikir, dan doa bersama.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Dinas Perhubungan mencatat bahwa lonjakan jamaah tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan teknologi pemantau melalui drone dan CCTV sangat membantu dalam memecah kepadatan di titik-titik krusial.
Ketertiban dan kebersihan tetap menjadi sorotan utama. Para jamaah secara mandiri mengumpulkan sampah di sekitar tempat duduk mereka, dibantu oleh pasukan kebersihan relawan yang bekerja non-stop. Semangat gotong royong dan kemurahan hati warga lokal yang membuka pintu rumah mereka untuk tempat menginap gratis bagi jamaah menjadi bukti kuatnya ikatan ukhuwah di tanah Banjar.
Haul Guru Sekumpul 2025 bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum penggerak ekonomi kerakyatan dan simbol persatuan umat. Semoga keberkahan acara ini membawa kedamaian bagi Kalimantan Selatan dan Indonesia di tahun-tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: