Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 10:20 WIB

Keunikan Haul Guru Sekumpul ke-21: Lautan Manusia, Spiritualitas, dan Solidaritas Tanpa Batas

Keunikan Haul Guru Sekumpul ke-21: Lautan Manusia, Spiritualitas, dan Solidaritas Tanpa BatasSuasana Haul Guru Sekumpul (@friends_vibration)

Haul Guru Sekumpul ke-21 merupakan salah satu agenda spiritual terbesar di Indonesia. Peringatan wafatnya ulama kharismatik Banjar, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul, selalu berhasil menarik jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia ke Martapura, Kalimantan Selatan. Haul yang dilaksanakan setiap tanggal 5 Rajab ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah fenomena sosial dan spiritual yang menampilkan keunikan luar biasa. 

Khususnya pada pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-21 yang diperkirakan jatuh pada Desember 2025 ini, keunikan tersebut semakin terasa mendalam. Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari dan antusiasme jemaah yang tak pernah surut menjadi bukti nyata magnet spiritual Sang Guru.

1. Gelombang Jemaah yang Melampaui Batas

Keunikan paling mencolok dari Haul Guru Sekumpul ke-21 adalah jumlah jemaah yang hadir. Martapura, yang merupakan pusat kegiatan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, seolah berubah menjadi lautan manusia yang membentang hingga puluhan kilometer. Jemaah datang dari seluruh Nusantara, Asia Tenggara, bahkan Timur Tengah.

Fenomena ini menunjukkan betapa besar cinta dan penghormatan umat Islam terhadap sosok K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani. Kehadiran jutaan jemaah ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan umat, melupakan sekat-sekat suku, ras, atau status sosial. Mereka berbaur, berjalan kaki, dan duduk bersama di bawah satu naungan spiritual yang sama.

2. Tradisi Solidaritas dan Gotong Royong (Amal Jariyah)

Di balik keramaian, terdapat sebuah tradisi unik yang membuat keunikan Haul Sekumpul diakui secara nasional: Semangat Solidaritas dan Gotong Royong. Inilah manifestasi nyata dari ajaran kepedulian sosial yang diwariskan oleh Abah Guru Sekumpul.

● Dapur Umum Raksasa: Seluruh masyarakat Martapura dan sekitarnya berubah menjadi panitia dadakan. Ribuan rumah dan posko didirikan untuk menyediakan makanan dan minuman gratis (disebut warung gratis atau rest area). Mereka berlomba-lomba menyajikan hidangan dalam porsi besar, memasak nasi samin, soto, atau makanan khas Banjar lainnya, yang seluruhnya adalah sumbangan murni dari para dermawan.

● Akomodasi dan Transportasi Gratis: Warga rela membuka halaman rumah, toko, hingga sekolah untuk dijadikan kantong parkir dan tempat istirahat jemaah. Bahkan, banyak warga yang menyediakan tumpangan gratis (kendaraan pribadi) untuk mengantar jemaah yang kelelahan.

● Bakti Sosial dan Kesehatan: Pemerintah daerah, bersama relawan kesehatan, menyiagakan posko dan tenaga medis di berbagai titik. Semua ini dilakukan secara sukarela, menunjukkan semangat amal jariyah yang luar biasa. Bahkan, jelang Haul ke-21, pengiriman logistik seperti kayu bakar dan bambu dari daerah lain sudah mulai dilakukan, menandakan persiapan kolosal masyarakat.

3. Pesan Spiritual yang Sederhana Namun Mendalam

Meskipun dihadiri oleh jutaan orang, rangkaian acara utama Haul tetap sederhana dan fokus pada inti ajarannya: zikir, selawat, pembacaan manaqib, dan doa. K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani dikenang sebagai sosok yang mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, cinta damai, dan kepedulian tanpa pamrih.

Dalam Haul Guru Sekumpul ke-21, jemaah bukan hanya memperingati tanggal wafat, tetapi juga mengambil ibrah (pelajaran) dari teladan Sang Guru. Majelis zikir dan selawat yang menggema di seluruh Martapura menciptakan atmosfer spiritual yang khusyuk dan penuh kedamaian, menjadi energi positif bagi seluruh bangsa.

4. Tahun Istimewa: Dua Kali Pelaksanaan dalam Setahun (2025)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keunikan Haul Guru Sekumpul ke-21: Lautan Manusia, Spiritualitas, dan Solidaritas Tanpa Batas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!