Kamis, 23 APRIL 2026 • 15:50 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemprov Kalsel Masifkan Pasar Murah di 14 Kabupaten Kota

Author

Dinas Perdagangan Kalsel memastikan harga bapok stabil meski BBM naik. Simak langkah konkret Gubernur Kalsel atasi lonjakan harga cabai dan persiapan Iduladha melalui pasar murah. (pinterest)

Stabilitas Pangan di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seringkali menjadi pemicu kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga kebutuhan dasar. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan memastikan bahwa dampak fluktuasi BBM terhadap harga bahan pokok (bapok) di wilayah ini masih berada dalam batas yang terkendali.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menegaskan bahwa berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sebagian besar komoditas utama tidak mengalami lonjakan harga yang ekstrem. Meski demikian, beberapa produk non-pangan seperti plastik memang mengalami kenaikan signifikan. Hal ini dipicu oleh kondisi geopolitik global dan konflik internasional yang mengganggu harga minyak mentah dunia sebagai bahan baku utama plastik.

Tantangan Harga Cabai dan Faktor Cuaca
Meskipun harga telur dan daging ayam mulai menunjukkan tren stabilitas, tantangan besar masih ditemukan pada komoditas cabai. Saat ini, cabai menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan dengan harga menembus angka Rp120 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, harga cabai idealnya berada di bawah Rp100 ribu, bahkan pernah menyentuh angka Rp60 ribu per kilogram.

Kenaikan drastis ini bukan disebabkan oleh permainan spekulan, melainkan murni faktor alam. Penelusuran Dinas Perdagangan mengungkap bahwa banyak lahan perkebunan cabai di daerah sentra produksi yang terdampak banjir. Kerusakan tanaman ini mengakibatkan volume produksi menurun drastis. Sesuai hukum dagang, terbatasnya pasokan di tengah permintaan yang tetap tinggi secara otomatis memicu kenaikan harga di pasar.

Langkah Konkret: Pasar Murah Serentak di 14 Kabupaten/Kota
Guna merespons situasi ini dan menjaga daya beli masyarakat, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan instruksi khusus untuk mengintervensi pasar. Solusi yang diambil adalah dengan menggelar operasi pasar murah secara masif yang mencakup 14 kabupaten/kota di seluruh provinsi.

Agenda ini dirancang untuk berjalan selama satu bulan penuh, sekaligus menjadi langkah antisipasi menjelang perayaan Hari Raya Iduladha. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengakses berbagai bahan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu dengan harga distributor. Harga yang ditawarkan dipastikan jauh di bawah harga pasar ritel saat ini, sehingga mampu meringankan beban ekonomi rumah tangga.

Kolaborasi Lintas Sektor demi Ketahanan Pangan
Keberhasilan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan Kalsel menggandeng berbagai instansi terkait, mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bidang pertanian, hingga dinas kelautan dan perikanan. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi barang tidak terhambat dan ketersediaan stok di gudang-gudang tetap aman.

Dengan adanya langkah terpadu antara pemantauan harga rutin dan eksekusi pasar murah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis stabilitas ekonomi makro di daerah tetap terjaga. Upaya ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi kesejahteraan warga dari dampak dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying, mengingat pasokan bahan pokok inti masih dalam kondisi yang mencukupi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU