Minggu, 19 APRIL 2026 • 08:57 WIB

Menu Haji 2026 Kalimantan Selatan: Cita Rasa Banjar dan Ramah Lansia

Author

Menu Haji 2026 Kalimantan Selatan: Cita Rasa Banjar dan Ramah Lansia (mckalsel)

Menjaga Nutrisi Jemaah Haji Kalsel 2026 dengan Sentuhan Masakan Banjar
Ibadah haji merupakan perjalanan fisik yang menuntut stamina prima. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan perhatian khusus pada aspek konsumsi bagi para calon jemaah haji tahun 2026. Melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan menu makanan yang mengusung cita rasa lokal khas Banjar.

Apresiasi ini disampaikan secara langsung usai kegiatan uji kualitas makanan (meal test) yang dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Aula Embarkasi Haji Banjarmasin, Banjarbaru. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para jemaah tidak hanya mendapatkan asupan kalori yang cukup, tetapi juga kenyamanan psikologis melalui makanan yang akrab di lidah.

Mengobati Rindu Kampung Halaman di Tanah Suci
Salah satu tantangan bagi jemaah haji saat berada di Arab Saudi dalam waktu lama adalah adaptasi terhadap makanan. Namun, Syarifuddin menegaskan bahwa jemaah asal Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir akan kerinduan terhadap masakan kampung halaman. Penyelenggara telah merancang menu yang sangat identik dengan tradisi kuliner masyarakat Banjar.

Menu-menu ikonik seperti nasi kuning dan nasi uduk dipastikan akan menemani perjalanan jemaah, baik saat proses keberangkatan maupun kepulangan. Kehadiran menu lokal ini diharapkan mampu meningkatkan nafsu makan jemaah, sehingga kebutuhan nutrisi harian mereka tetap terpenuhi meskipun berada jauh dari rumah.

Komitmen Pelayanan Ramah Lansia
Selain soal rasa, tekstur makanan menjadi fokus utama dalam penyediaan konsumsi tahun ini. Mengingat banyaknya jemaah lanjut usia (lansia), penyelenggara menyediakan menu daging dan jeroan yang dimasak hingga benar-benar empuk. Hal ini dilakukan agar makanan mudah dikunyah dan dicerna oleh semua kelompok umur.

Penyediaan tekstur makanan yang lembut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data kesehatan jemaah haji Kalsel 2026, sebanyak 27 persen jemaah merupakan lansia di atas 60 tahun, dan 30 persen lainnya berada di rentang usia 51 hingga 60 tahun. Dengan tekstur yang tepat, diharapkan asupan gizi tetap terjaga sehingga kondisi fisik jemaah tetap stabil selama menjalankan rangkaian ibadah yang berat.

Menjawab Tantangan Kesehatan Jemaah Risiko Tinggi
Tantangan penyelenggaraan haji tahun ini cukup besar mengingat profil kesehatan jemaah yang cukup kompleks. Data menunjukkan bahwa 59 persen jemaah Kalimantan Selatan masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Rinciannya mencakup risti ringan sebesar 31 persen, risti sedang 19 persen, dan risti berat sebanyak 9 persen.

Lebih lanjut, tercatat 77 persen jemaah masuk kategori istithaah dengan pendampingan obat. Hal ini berarti mayoritas jemaah memerlukan pola makan yang teratur dan bergizi untuk mendukung efektivitas pengobatan yang mereka jalani. Kasus kesehatan yang mendominasi meliputi gangguan metabolisme lipoprotein (lipidemia) sebanyak 3.009 kasus, hipertensi 2.403 kasus, serta diabetes.

Dengan dominasi jemaah perempuan sebesar 57 persen, pemerintah berharap sinergi antara menu yang lezat dan bergizi dapat meminimalisir risiko kesehatan di lapangan. Melalui penyediaan makanan yang sesuai dengan selera asal dan kebutuhan medis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis jemaah haji 2026 dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan sehat hingga kembali ke tanah air.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU