Rabu, 08 APRIL 2026 • 09:00 WIB

Wajah Baru Banua: Menilik Proyek Raksasa Kalsel yang Siap Dikebut hingga 2028

Author

Wajah Baru Banua: Menilik Proyek Raksasa Kalsel yang Siap Dikebut hingga 2028 (mckalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhidin tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 yang digelar di Banjarbaru, Selasa (7/4/2026), Gubernur memaparkan visi besar untuk menjadikan "Banua" sebagai pusat konektivitas dan kekuatan ekonomi baru di Indonesia.

Langkah strategis ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah serta menjawab tantangan logistik di masa depan.

Jembatan Pulau Laut: Urat Nadi Ekonomi Baru
Salah satu sorotan utama dalam agenda Musrenbang tahun ini adalah keberlanjutan proyek Jembatan Pulau Laut. Jembatan yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru ini bukan lagi sekadar impian lama. Sejak dimantapkan pada tahun 2025, proyek dengan nilai investasi fantastis ini ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi game changer bagi kawasan industri dan pelabuhan di pesisir Kalimantan Selatan. Dengan terbukanya akses darat yang mumpuni, biaya logistik dapat ditekan, dan distribusi komoditas unggulan daerah akan menjadi jauh lebih efisien.

Solusi Kemacetan: Jalan Lintas Tengah Mali-Mali
Selain konektivitas antarpulau, Pemerintah Provinsi juga fokus membenahi kepadatan lalu lintas di daratan. Pembangunan Jalan Lintas Tengah melalui jalur Mali-Mali menjadi solusi konkret untuk mengurai beban Jalan A. Yani yang kian padat. Jalur ini nantinya akan menghubungkan Martapura secara langsung dengan Kabupaten Tapin.

Gubernur menjelaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase krusial untuk pembebasan lahan. Jika semua berjalan sesuai rencana, tahap konstruksi fisik akan dimulai pada tahun 2027. Jalan alternatif ini diprediksi akan menghidupkan titik-titik ekonomi baru di sepanjang rute yang dilalui.

Ikon Baru di Liang Anggang dan Pelabuhan Internasional
Sektor olahraga dan pariwisata juga tidak luput dari perhatian. Rencana pembangunan stadion bertaraf internasional di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, telah masuk dalam daftar prioritas multiyears. Stadion ini dirancang untuk mampu menggelar ajang berskala nasional maupun internasional, yang pada gilirannya akan menggerakkan sektor UMKM dan perhotelan di sekitar Banjarbaru.

Di sisi lain, ambisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik nasional diperkuat dengan rencana pengembangan Pelabuhan Internasional Mekar Putih. Memiliki potensi sebagai salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia, Mekar Putih diproyeksikan menjadi daya tarik utama bagi investor global untuk menanamkan modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kalsel.

Sinergi demi Masa Depan Banua
Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa keberhasilan seluruh proyek strategis ini sangat bergantung pada integrasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta dukungan penuh dari legislatif dan masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar pembangunan yang dirancang tidak hanya megah secara fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Dengan target-target besar yang ditetapkan hingga 2028, Kalimantan Selatan kini sedang menatap era baru sebagai provinsi yang modern, terkoneksi, dan mandiri secara ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU