Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 MARET 2026 • 14:51 WIB

Gerakan Pangan Murah Kalsel 2026: Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Kalsel 2026: Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Jelang LebaranGerakan Pangan Murah Kalsel 2026: Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Jelang Lebaran (mckalsel)

Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah: Solusi Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Pada Senin (16/3/2026), halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel di Banjarbaru dipadati warga yang antusias mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah.

Kegiatan strategis ini diinisiasi sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Mengingat tren peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan, kehadiran pasar murah ini menjadi oase di tengah potensi lonjakan harga pasar.

Kolaborasi Lintas Instansi Demi Stabilitas Harga
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa bazaar ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan bentuk perlindungan daya beli bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Fenomena kenaikan harga bahan pokok dan sandang menjelang Idulfitri sering kali menjadi beban berat bagi warga.

Melalui kolaborasi apik antara DPKP Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perdagangan, Bank Indonesia, hingga PT Bangun Banua, pemerintah berupaya memutus rantai harga yang tinggi. Dengan hadirnya berbagai instansi ini, stok pangan dapat dipasok langsung dari produsen ke tangan konsumen tanpa perantara yang berlebihan.

Harga Jauh di Bawah Pasar
Salah satu daya tarik utama GPM kali ini adalah selisih harga yang sangat signifikan. Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengungkapkan bahwa beberapa komoditas dijual dengan subsidi harga yang besar. Sebagai contoh, telur itik yang di pasar umum mencapai Rp30.000 per kilogram, dalam bazaar ini hanya dibanderol Rp15.000. Begitu pula dengan ikan patin yang biasanya dijual Rp30.000, masyarakat bisa membawanya pulang hanya dengan Rp10.000 per kilogram.

Selain komoditas pangan, kegiatan ini juga menjadi ajang eksistensi bagi pelaku UMKM lokal. Mereka dilibatkan untuk memasarkan produk makanan olahan dan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Kepedulian Sosial Melalui Paket Sembako Gratis
Sisi humanis dari kegiatan ini juga terlihat dari penyaluran bantuan sosial. Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Bank Indonesia menyediakan 1.000 paket sembako gratis. Distribusi bantuan ini difokuskan kepada mereka yang paling membutuhkan, termasuk 450 paket khusus yang disalurkan bagi anak yatim dan penyandang tunanetra.

Syamsir Rahman berharap program ini tidak hanya berhenti di Banjarbaru dan Martapura saja, tetapi dapat terus diperluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Harapannya, semangat kebersamaan ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan angka inflasi secara nasional.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tetap berbelanja dengan bijak. Dengan membeli sesuai kebutuhan, warga turut membantu menjaga stabilitas stok pangan di pasaran agar harga tetap terkendali hingga hari kemenangan tiba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Gerakan Pangan Murah Kalsel 2026: Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Jelang Lebaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!