Satpol PP Kalsel Perketat Patroli Ramadan 2026: Antisipasi Narkoba dan Gangguan Kamtibmas (mckalsel)
Sinergi Pengamanan Ramadan: Satpol PP Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan
Memasuki bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) mengambil langkah tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Peningkatan intensitas patroli dan pengamanan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang menunjukkan tren peningkatan sejak awal bulan puasa.
Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Yudhiana Khusnan Kurniawan, menegaskan bahwa pihak pemerintah terus mencermati data kerawanan yang ada. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjalankan ibadah puasa dan rangkaian kegiatan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman.
Menyoroti Kasus Kriminalitas Menonjol di Awal Ramadan
Kewaspadaan instansi penegak perda ini didasarkan pada sejumlah laporan kasus menonjol yang dirilis oleh pihak kepolisian setempat. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah pengungkapan peredaran gelap narkotika dalam skala besar. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 30 kilogram serta 15 ribu butir pil ekstasi.
Selain ancaman narkoba, gangguan keamanan juga dipicu oleh konflik sosial. Tercatat adanya insiden perkelahian antarkelompok yang eskalasinya berkembang hingga terjadi aksi penyanderaan serta penganiayaan. Ditambah lagi dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, situasi ini menuntut kolaborasi yang lebih erat antara berbagai unsur keamanan.
Strategi Patroli dan Pengamanan Aset Strategis
Menyikapi berbagai gangguan tersebut, Satpol PP Provinsi Kalsel memfokuskan kekuatan personel pada pengamanan aset-aset milik Pemerintah Provinsi. Yudhi menjelaskan dalam keterangannya di Banjarbaru pada Sabtu (28/2/2026) bahwa pengamanan aset strategis adalah prioritas utama untuk mencegah potensi kerugian daerah maupun gangguan birokrasi.
Beberapa titik fokus patroli meliputi:
Langkah antisipatif ini merupakan bentuk perhatian bersama antara unsur ASN (khususnya Satpol PP), TNI, dan Polri. Dengan penguatan pengamanan ini, diharapkan segala bentuk potensi kriminalitas maupun gangguan ketenteraman umum dapat diminimalisir sedini mungkin.
Pemerintah berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Sinergi antara petugas dan warga menjadi kunci utama agar Ramadan di Kalimantan Selatan tetap berjalan tertib, kondusif, dan penuh berkah bagi seluruh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel