Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 14:26 WIB

Strategi Ketahanan Pangan Kalsel 2026: Fokus Rehabilitasi Lumbung dan Hilirisasi Beras

Strategi Ketahanan Pangan Kalsel 2026: Fokus Rehabilitasi Lumbung dan Hilirisasi BerasStrategi Ketahanan Pangan Kalsel 2026: Fokus Rehabilitasi Lumbung dan Hilirisasi Beras (mckalsel)

Penguatan Infrastruktur Pangan Kalimantan Selatan Menuju 2026
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Bumi Lambung Mangkurat. Memasuki tahun 2026, fokus utama diarahkan pada akselerasi program rehabilitasi lumbung pangan serta pembangunan gudang penyimpanan (storage) untuk komoditas strategis seperti padi dan jagung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur penyimpanan yang mumpuni adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan distribusi dan produksi. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi geografis Kalsel yang kerap menghadapi ancaman bencana alam seperti banjir yang dapat mengganggu stabilitas pangan daerah.

Rehabilitasi Lumbung Pangan sebagai Solusi Strategis
Program rehabilitasi lumbung pangan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya menciptakan sistem cadangan pangan yang tangguh. Dengan lumbung yang berfungsi optimal, petani dapat menyimpan hasil panen mereka dengan lebih aman. Keberadaan lumbung ini diharapkan mampu menjadi penyangga saat terjadi fluktuasi produksi antar musim, sehingga pasokan di pasar tetap terjaga.

Selain lumbung, pembangunan gudang penyimpanan modern juga menjadi prioritas, terutama untuk mendukung hasil panen jagung yang telah melalui proses pengeringan (dryer). Penyimpanan yang tepat sangat menentukan kualitas akhir dan daya tahan komoditas, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai tawar petani di pasar.

Fokus Wilayah Sentra Produksi dan Hilirisasi
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan sejumlah wilayah sentra produksi sebagai prioritas program. Untuk komoditas padi, fokus rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur baru akan difokuskan pada:

  • Kabupaten Barito Kuala (Batola)
  • Kabupaten Tanah Laut
  • Kabupaten Banjar
  • Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Meskipun terdapat penyesuaian anggaran secara nasional, pemerintah daerah tetap berkomitmen memprioritaskan wilayah-wilayah tersebut berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain infrastruktur, Syamsir Rahman juga menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dari pengiriman gabah menjadi pengiriman beras. Strategi hilirisasi ini bertujuan agar nilai ekonomi yang lebih tinggi dapat dirasakan langsung oleh pelaku penggilingan padi dan masyarakat lokal di Kalimantan Selatan. Dengan mendistribusikan beras alih-alih gabah, margin keuntungan yang didapat daerah akan jauh lebih besar.

Mempertahankan Prestasi Indeks Ketahanan Pangan
Upaya masif ini merupakan langkah konkret untuk mempertahankan prestasi Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kalimantan Selatan yang pada tahun 2025 tercatat berada pada posisi membanggakan secara nasional. Prestasi tersebut ingin terus ditingkatkan melalui manajemen pengelolaan pangan yang efektif, mulai dari tahap produksi, penyimpanan, hingga distribusi.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta para petani, Kalimantan Selatan optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan mandiri pada tahun 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Strategi Ketahanan Pangan Kalsel 2026: Fokus Rehabilitasi Lumbung dan Hilirisasi Beras

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!