Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 10:07 WIB

Transformasi Pertanian Banua: DPKP Kalsel Genjot Hilirisasi Pangan Demi Kesejahteraan Petani

Transformasi Pertanian Banua: DPKP Kalsel Genjot Hilirisasi Pangan Demi Kesejahteraan PetaniTransformasi Pertanian Banua: DPKP Kalsel Genjot Hilirisasi Pangan Demi Kesejahteraan Petani (mckalsel)

Sektor pertanian di Kalimantan Selatan kini tidak lagi hanya terpaku pada aktivitas tanam dan panen. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah daerah tengah memacu transformasi besar melalui penguatan hilirisasi tanaman pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa komoditas yang dihasilkan petani memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi sebelum dilempar ke pasar.

Mengubah Paradigma: Dari Produk Mentah ke Olahan Bernilai
Kepala Seksi Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan, Darmadi, menekankan bahwa kebijakan saat ini sangat berfokus pada subsektor pascapanen. Tujuannya jelas: petani tidak lagi menjual produk dalam bentuk mentah yang harganya cenderung fluktuatif, melainkan dalam bentuk olahan yang memiliki nilai tambah (value-added).

Saat ini, fokus utama hilirisasi di Kalimantan Selatan menyasar tiga komoditas unggulan, yaitu beras, jagung, dan singkong. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, DPKP Kalsel tetap konsisten mengalokasikan bantuan Unit Pengolahan Hasil (UPH) setiap tahunnya untuk kelompok tani.

Inovasi Produk: Jagung Pakan hingga Beras Analog
Keberhasilan hilirisasi mulai terlihat di beberapa kabupaten. Di Tanah Laut, Balangan, dan Tabalong, jagung pipil kini diolah menjadi butiran kecil untuk bahan baku pakan ternak, yang secara otomatis menaikkan harga jualnya.

Sementara itu, di Kabupaten Tanah Bumbu, singkong bertransformasi menjadi produk pangan fungsional berupa beras analog atau "oyek". Produk ini memiliki keunggulan kesehatan karena indeks glikemiknya yang rendah, sehingga sangat potensial dipasarkan bagi penderita diabetes. Selain itu, Kabupaten Barito Kuala juga mulai dikenal dengan produksi keripik singkong berkualitas hasil fasilitasi UPH.

Dukungan Pengemasan dan Akses Pasar Digital
Daya saing produk lokal tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga penampilan. DPKP Kalsel memberikan dukungan penuh mulai dari desain hingga bantuan fisik kemasan, khususnya untuk produk beras dan olahan singkong. Hasilnya membanggakan, salah satu produk beras merah lokal Kalsel kini telah berhasil menembus pasar nasional melalui platform digital Shopee.

Selain jalur digital, pemerintah provinsi aktif mempromosikan produk binaan melalui berbagai ajang pameran di tingkat daerah maupun nasional untuk memperluas jejaring pasar.

Penguatan Kapasitas Melalui Bimbingan Teknis
Hilirisasi yang berkelanjutan memerlukan perubahan pola pikir petani agar lebih berorientasi pada pasar. Untuk itu, pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengalokasikan anggaran bimbingan teknis (Bimtek) hilirisasi yang sempat terhenti dari dukungan pusat. Program pendampingan ini direncanakan terus berlanjut hingga tahun 2027 guna memastikan petani memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mengelola bisnis pertanian dari hulu hingga ke hilir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Transformasi Pertanian Banua: DPKP Kalsel Genjot Hilirisasi Pangan Demi Kesejahteraan Petani

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!