KALSEL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan tengah gencar memperkuat pemahaman sejarah para siswa di Banua.
Melalui Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, mereka menggelar program Museum Masuk Sekolah yang berlangsung selama delapan hari di berbagai wilayah.
Beberapa sekolah yang menjadi sasaran program ini antara lain SMAN 1 Muara Uya di Tabalong, SMAN 1 Lampihong di Balangan, dan SMAN 8 Barabai di Hulu Sungai Tengah.
Baca juga: 3 Waduk dan Danau Ikonik di Kalimantan Selatan: Pesona Wisata & Manfaatnya
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kolaborasi dengan Museum Wasaka.
“Kegiatan dilaksanakan bersama Museum Wasaka, bertujuan untuk mendekatkan museum kepada peserta didik sebagai sumber belajar yang menarik, kontekstual, dan inspiratif,” ucapnya.
Melalui langkah ini, pihak dinas ingin memantik minat belajar sekaligus membangun kesadaran generasi muda akan kekayaan budaya lokal.
“Museum tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi hadir langsung di sekolah sebagai media pembelajaran,” tuturnya.
Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, menambahkan bahwa para siswa tidak hanya melihat pajangan. Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan koleksi ikonik seperti senjata tradisional mandau.
Baca juga: 3 Mitos dan Legenda Kalsel Terpopuler: Dari Pulau Kembang Hingga Sosok Mariaban
“Siswa juga mendapat pengalaman belajar melalui edukasi pembersihan koleksi museum,” katanya.
Keseruan belajar sejarah ini semakin lengkap dengan adanya:
“Ada dua narasumber yang memberikan materi agar pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami,” ujar Arry.
Agar program ini terus berkembang, panitia menyediakan kode QR bagi siswa dan guru untuk memberikan masukan secara digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara