Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan mulai mengambil langkah agresif di awal Januari 2026. Di tengah meningkatnya curah hujan dan ancaman cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan, vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) kini digencarkan bagi siswa sekolah dasar (SD). Langkah ini diambil guna menekan angka kematian akibat DBD yang sering meningkat pasca-libur akhir tahun.
Mengapa Vaksinasi DBD Itu Penting?
Data terbaru menunjukkan bahwa kelompok usia anak-anak paling rentan mengalami komplikasi serius akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Vaksinasi DBD bertujuan memberikan perlindungan tambahan (antibodi) terhadap empat serotipe virus dengue. Program ini menyasar sekolah-sekolah karena area edukasi merupakan tempat berkumpulnya massa dalam waktu lama.
Waspada Gejala 'Super Flu' yang Sedang Viral
Bersamaan dengan program vaksinasi, warga Banjarmasin juga dihebohkan dengan munculnya tren penyakit yang disebut masyarakat sebagai 'Super Flu'. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa namun dengan intensitas yang jauh lebih berat dan durasi penyembuhan yang lama.
Banyak orang tua sering terkecoh karena gejala awal DBD dan 'Super Flu' sangat mirip. Berikut adalah perbedaan yang perlu Anda waspadai:
Langkah Pencegahan di Rumah
Selain mengikuti jadwal vaksinasi dari puskesmas terdekat, warga Banjarmasin tetap diimbau menjalankan program 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang). Mengingat kondisi banjir di beberapa titik Kalimantan Selatan, pastikan tidak ada air tergenang di sekitar rumah yang menjadi sarang nyamuk.
Jangan tunggu parah. Jika buah hati mengalami demam tinggi lebih dari dua hari, segera lakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan apakah itu gejala 'Super Flu' atau ancaman DBD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: