Minggu, 31 MEI 2026 • 16:13 WIB

Merawat Ingatan: Begini Sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila Setiap 1 Juni

Author

Merawat Ingatan: Begini Sejarah Peringatan Hari Lahir Pancasila Setiap 1 Juni (pinterest)

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia berdiri di atas fondasi ideologis yang kokoh bernama Pancasila. Setiap tanggal 1 Juni, seluruh elemen masyarakat memperingatinya sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun, peringatan ini bukan sekadar rutinitas upacara bendera atau hari libur nasional belaka. Lebih dari itu, momen ini adalah upaya kolektif untuk merawat ingatan kolektif bangsa tentang bagaimana lima sila keramat tersebut dirumuskan dengan darah, pikiran, dan air mata para pendiri bangsa.

Bagaimana sebenarnya benang merah sejarah di balik tanggal 1 Juni? Mengapa tanggal ini begitu sakral hingga ditetapkan sebagai hari libur nasional?

Kilas Balik 1945: Sidang BPUPKI dan Pidato Sejarah Soekarno
Sejarah lahirnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. Sidang pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945 tersebut bertujuan untuk merumuskan dasar negara Indonesia yang akan segera merdeka.

Pada hari-hari pertama sidang, beberapa tokoh seperti Mohammad Yamin dan Soepomo telah memaparkan gagasan mereka mengenai dasar negara. Namun, momen krusial terjadi pada hari terakhir sidang, tepatnya tanggal 1 Juni 1945.

Pada saat itulah, Ir. Soekarno menyampaikan pidato legendarisnya tanpa teks. Di hadapan para anggota BPUPKI, Soekarno memaparkan lima prinsip dasar untuk Indonesia merdeka. Lima prinsip tersebut dinamakan oleh Soekarno sebagai "Pancasila", atas saran dari seorang teman yang ahli bahasa. Kelima asas tersebut adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa. Pidato spontan yang berapi-api itu diterima dengan gegap gempita dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sidang.

Perjalanan Panjang Menuju Pengakuan Resmi
Meskipun digagas pada 1 Juni 1945, rumusan Pancasila tidak langsung final. Gagasan Soekarno kemudian digodok kembali oleh Panitia Sembilan. Proses kompromi politik yang sengit ini melahirkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945, hingga akhirnya disahkan dalam rumusan final yang kita kenal sekarang pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI.

Menariknya, perjalanan 1 Juni sebagai hari peringatan nasional sempat mengalami pasang surut politis, terutama pada masa Orde Baru. Pada era tersebut, pemerintah lebih menonjolkan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober untuk menggeser fokus sejarah dari figur Soekarno.

Titik balik sejarah terjadi pada tahun 2016. Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Lewat regulasi ini, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus menjadikannya sebagai hari libur nasional. Langkah ini diambil untuk mengembalikan pelurusan sejarah dan memperkokoh rasa cinta tanah air.

Mengapa Kita Harus Terus Merawat Ingatan Ini?
Di era modern yang serba digital, tantangan terhadap ideologi bangsa tidak lagi berwujud kolonialisme fisik, melainkan infiltrasi ideologi asing, radikalisme, dan polarisasi sosial. Oleh karena itu, merawat ingatan tentang sejarah 1 Juni menjadi sangat krusial.

Pancasila bukan sekadar pajangan di dinding kelas atau teks yang dihafal saat upacara. Pancasila adalah "titik temu" yang menyatukan keberagaman suku, ras, dan agama di Indonesia. Dengan memahami sejarahnya, kita diingatkan bahwa Indonesia didirikan atas dasar gotong royong dan toleransi, bukan ego kelompok tertentu.

Memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni adalah momentum untuk merefleksikan kembali apakah perilaku kita sehari-hari sudah mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut. Merawat ingatan sejarah adalah cara terbaik agar bangsa ini tidak kehilangan kompas dalam melangkah menuju masa depan. Selamat Hari Lahir Pancasila!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU