Minggu, 31 MEI 2026 • 16:08 WIB

Menelusuri Sejarah Hari Kelahiran Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Pidato Soekarno

Author

Menelusuri Sejarah Hari Kelahiran Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Pidato Soekarno (pinterest)

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Momen ini bukan sekadar tanggal merah di kalender, melainkan sebuah refleksi historis tentang bagaimana fondasi sebuah negara besar dirumuskan. Menelusuri sejarah Hari Kelahiran Pancasila membawa kita kembali ke masa-masa krusial di tahun 1945, sebuah periode penuh dinamika tempat para pendiri bangsa bertukar pikiran demi melahirkan ideologi pemersatu: dari Sidang BPUPKI hingga pidato Soekarno yang monumental.

Latar Belakang: Janji Kemerdekaan dan Pembentukan BPUPKI
Sejarah mencatat bahwa menjelang kekalahannya dalam Perang Dunia II, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan. Sebagai langkah konkret, dibentuklah Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Maret 1945. Badan yang diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat ini diresmikan pada 28 April 1945 dan mulai bekerja sebulan kemudian.

Tugas utama BPUPKI adalah mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting terkait tata pemerintahan serta dasar negara Indonesia merdeka. Di sinilah fondasi awal Pancasila mulai digodok melalui perdebatan pemikiran yang sengit namun sarat akan nilai intelektual.

Sidang BPUPKI Pertama: Mencari Fondasi Negara
Sidang pertama BPUPKI digelar pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila, Jakarta). Agenda utama sidang ini sangat krusial: menentukan dasar negara.

Selama beberapa hari, sejumlah tokoh bangsa naik ke mimbar untuk menyampaikan gagasan mereka. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Yamin dan Soepomo memberikan pandangan mendalam mengenai asas-asas yang cocok untuk menopang Indonesia di masa depan. Perbedaan pendapat mengenai bentuk negara dan keterkaitan antara agama dan negara mewarnai jalannya persidangan. Namun, hingga hari ketiga, kesepakatan bulat mengenai dasar negara belum juga tercapai. Atmosfer sidang dipenuhi ketegangan positif demi melahirkan ideologi yang mampu memayungi seluruh keberagaman suku, ras, dan agama di Nusantara.

Puncak Sejarah: Pidato Soekarno 1 Juni 1945
Titik terang muncul pada hari terakhir sidang pertama, tepatnya tanggal 1 Juni 1945. Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya yang fenomenal tanpa teks. Dalam pidato tersebut, Soekarno mengusulkan lima prinsip dasar untuk negara Indonesia merdeka, yang ia sebut dengan nama "Pancasila" — sebuah istilah yang didapat atas saran seorang teman ahli bahasa.

Lima sila yang diusulkan Soekarno kala itu adalah:

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan yang Berkebudayaan

Pidato Soekarno yang berapi-api namun penuh logika ini berhasil memukau seluruh anggota sidang. Gagasan tersebut diterima secara aklamasi oleh para anggota BPUPKI dan menjadi titik balik penting dalam sejarah kemerdekaan.

Dari Rumusan Awal hingga Pengesahan Final
Meski pidato Soekarno pada 1 Juni menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila, proses penyempurnaannya tidak berhenti di sana. BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan untuk menyusun kembali rumusan Pancasila berdasarkan pidato Soekarno. Hasil kerja panitia ini melahirkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945.

Setelah melalui berbagai kompromi demi menjaga persatuan bangsa—termasuk perubahan pada sila pertama—Pancasila dengan rumusan seperti yang kita kenal sekarang akhirnya disahkan secara resmi pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI, satu hari setelah proklamasi kemerdekaan.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional. Menelusuri sejarah ini mengingatkan kita bahwa Pancasila adalah buah dari toleransi, gotong royong, dan visi besar untuk menyatukan Indonesia yang majemuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU