Bagi masyarakat awam, melihat hewan berkaki empat yang mengembik sering kali langsung diidentifikasi sebagai kambing. Tidak jarang pula ada yang bertanya-tanya: apakah domba termasuk kambing? Mengingat keduanya sering berada di lingkungan yang sama dan kerap menjadi hewan kurban saat Iduladha, kesalahpahaman ini sangat wajar terjadi.
Namun, secara ilmu biologi dan karakteristik aslinya, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak. Domba bukanlah kambing. Meskipun mereka berada dalam satu keluarga kekerabatan yang sama, keduanya adalah spesies yang sepenuhnya berbeda.
Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan jelas antara domba dan kambing yang perlu Anda ketahui.
1. Perbedaan Klasifikasi Ilmiah (Taksonomi)
Secara kekerabatan, domba dan kambing memang sepupu dekat. Keduanya masuk dalam keluarga Bovidae dan subfamili Caprinae. Namun, di sinilah jalur mereka memisah.
Kambing merupakan bagian dari genus Capra (nama ilmiahnya Capra hircus), sedangkan domba termasuk dalam genus Ovis (nama ilmiahnya Ovis aries). Perbedaan genus ini juga memengaruhi jumlah kromosom mereka. Kambing memiliki 60 kromosom, sementara domba hanya memiliki 54 kromosom. Perbedaan genetik yang kontras inilah yang membuat keduanya tidak bisa kawin silang secara alami.
2. Karakteristik Fisik yang Paling Mencolok
Cara paling mudah untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat penampilan fisiknya.
- Rambut dan Wol: Domba terkenal dengan bulunya yang tebal, keriting, dan lebat yang biasa disebut wol. Wol ini harus dicukur secara berkala. Sebaliknya, kambing memiliki rambut yang lurus, cenderung tipis, dan tidak tumbuh memanjang menjadi wol.
- Bentuk Tanduk: Tanduk kambing biasanya tumbuh ke atas, ke belakang, atau menyamping dengan bentuk yang cenderung pipih. Sementara itu, tanduk domba (jika ada) biasanya tumbuh melingkar atau meliuk ke arah belakang telinga.
- Gaya Ekor: Perhatikan bagian ekornya saat mereka berdiri. Ekor kambing hampir selalu tegak berdiri ke atas (kecuali saat mereka sakit atau ketakutan). Sebaliknya, ekor domba selalu menggantung ke bawah.
- Kelenjar Bau dan Janggut: Kambing jantan memiliki janggut di bawah dagunya dan memiliki kelenjar bau yang kuat. Domba tidak memiliki janggut, melainkan memiliki kelenjar air mata di bawah mata dan kelenjar bau di antara jari-jari kaki mereka.
3. Kebiasaan dan Cara Makan (Browsers vs Grazers)
Perbedaan yang tidak kalah penting terletak pada menu makanan dan cara mereka mencari makan.
Kambing adalah hewan pemilih atau dikenal sebagai browsers. Mereka lebih suka memakan pucuk daun muda, ranting pohon, atau tanaman semak yang posisinya agak tinggi. Kambing bahkan sering terlihat berdiri dengan dua kaki belakangnya demi meraih daun di dahan pohon.
Di sisi lain, domba adalah pemakan rumput atau grazers. Mereka lebih suka menunduk dan memakan rumput yang tumbuh pendek di permukaan tanah. Domba memakan rumput hingga sangat dekat dengan akarnya.
4. Perilaku dan Karakter Sosial
Jika Anda perhatikan di peternakan, domba adalah hewan yang sangat bergantung pada kelompoknya (flocking instinct). Mereka cenderung merasa cemas jika terpisah dan selalu bergerak bersama-sama dalam satu kawanan. Karakter domba juga cenderung lebih tenang dan penurut.
Kambing memiliki sifat yang jauh lebih mandiri, aktif, dan penuh rasa ingin tahu. Mereka adalah penjelajah yang tangguh dan memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik, sehingga sering kali melompat ke tempat-tempat tinggi atau bahkan memanjat pagar pembatas.
Sekarang Anda sudah tahu jawaban dari pertanyaan apakah domba termasuk kambing? Keduanya adalah dua hewan yang berbeda jenis, mulai dari struktur genetik, bentuk fisik, hingga perilakunya sehari-hari. Mengenali perbedaan ini tentu sangat berguna, terutama bagi Anda yang ingin mulai beternak atau saat hendak memilih hewan kurban terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber