Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 19:24 WIB

Titik Pengungsian Banjir Kalsel 2025: Info Bantuan dan Nomor Darurat BPBD

Author

Titik Pengungsian Banjir Kalsel 2025: Info Bantuan dan Nomor Darurat BPBD (pinterest)

Memasuki penghujung tahun 2025, intensitas hujan yang tinggi kembali memicu kenaikan debit air di beberapa wilayah Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga darurat menyusul terendamnya ribuan rumah di Kabupaten Banjar, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah. Bagi warga yang terdampak, mengetahui lokasi pengungsian dan jalur koordinasi bantuan adalah prioritas utama saat ini.

Lokasi Titik Pengungsian Utama

Pemerintah daerah bersama relawan telah mengaktifkan sejumlah gedung publik sebagai posko pengungsian utama. Di wilayah Martapura, titik pengungsian terpusat di Stadion Demang Lehman dan beberapa bangunan sekolah yang berada di dataran tinggi. Sementara itu, untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, warga diarahkan menuju Stadion Mandingin dan gedung pertemuan di pusat kota Barabai. Di setiap posko, petugas kesehatan telah disiagakan untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir seperti penyakit kulit dan ISPA.

Penyaluran Bantuan Logistik Bagi masyarakat yang ingin memberikan donasi, bantuan sangat diharapkan berupa bahan makanan pokok, air bersih, selimut, popok bayi, dan obat-obatan. Penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui Posko Induk BPBD di masing-masing kabupaten agar distribusi lebih merata dan tepat sasaran. Pastikan bantuan makanan dalam kondisi layak konsumsi dan memiliki masa kedaluwarsa yang panjang.

Daftar Nomor Darurat BPBD Kalsel

Dalam kondisi mendesak atau evakuasi darurat, segera hubungi kontak resmi berikut:

  • Pusdalops BPBD Kalsel: 0811-500-112
  • BPBD Kabupaten Banjar: 0511-4721113
  • BPBD Hulu Sungai Tengah (Barabai): 0811-5000-911
  • BPBD Balangan: 0811-513-411

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap arus listrik di dalam rumah dan terus memantau perkembangan debit air melalui kanal resmi BMKG. Jangan menunggu air terlalu tinggi untuk melakukan evakuasi mandiri, terutama bagi keluarga yang memiliki lansia dan balita. Saling menjaga dan gotong royong adalah kunci menghadapi bencana ini bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU