Memasuki penghujung Desember 2025, intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kalimantan Selatan mulai berdampak pada kenaikan debit air. Berdasarkan pantauan terkini dan peringatan dini dari BMKG Syamsudin Noor, sejumlah titik di Banjarmasin dan Banjarbaru mulai tergenang. Bagi Anda yang ingin beraktivitas, sangat penting untuk mengetahui titik rawan agar terhindar dari kemacetan atau risiko kendaraan mogok.
Titik Rawan Banjir di Banjarmasin
Di Kota Seribu Sungai, fenomena banjir rob yang bertepatan dengan curah hujan tinggi menjadi ancaman utama. Beberapa wilayah yang terpantau mengalami genangan air setinggi 20–40 cm meliputi:
- Jl. Jenderal Ahmad Yani (Km 3 - Km 5): Area ini sering mengalami perlambatan arus lalu lintas akibat genangan di jalur lambat.
- Kawasan Lambung Mangkurat: Terutama saat air sungai Martapura pasang.
- Banjarmasin Selatan: Wilayah seperti Kelayan dan Pekauman mulai diimbau waspada terhadap kenaikan air sungai secara mendadak.
Titik Rawan Banjir di Banjarbaru
Meskipun memiliki dataran yang lebih tinggi, beberapa drainase di Banjarbaru dilaporkan meluap akibat debit hujan ekstrem. Titik yang harus diwaspadai antara lain:
- Kawasan Cempaka: Lokasi ini masih menjadi titik paling rawan banjir kiriman dari hulu.
- Jl. Mistar Cokrokusumo: Beberapa titik rendah di jalur ini seringkali tergenang air yang cukup dalam setelah hujan lebat lebih dari dua jam.
- Kawasan Landasan Ulin: Dekat akses menuju bandara, pengendara diminta berhati-hati terhadap genangan di lubang jalan yang tertutup air.
Tips Aman Beraktivitas
Pemerintah setempat melalui BPBD Kalsel mengimbau warga untuk selalu memantau aplikasi cuaca sebelum bepergian. Pastikan kelistrikan di rumah dalam kondisi aman jika air mulai masuk ke teras, dan hindari memarkir kendaraan di bawah pohon besar mengingat adanya potensi angin kencang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber