Di Kalimantan Selatan, budaya dan alam bukan sekadar pemandangan—mereka bernapas, bercerita, dan siap menjelma menjadi karakter anime yang memikat. Berikut kisah transformasi tiga ikon Kalsel menjadi pahlawan animasi yang sarat makna.
1. Sasi: Jiwa Sasirangan yang Menari
Identitas Visual:
- Kostum Berlapis Motif Ombak & Daun Jaruju: Setiap helai kainnya bergerak dinamis, memvisualisasikan teknik manyirang (menjelujur) yang menjadi inti tenun Sasirangan.
- Aksesoris Bambu: Kipas bermotif Bintang Bahambur (simbol kesuburan) dan mahkota daun jaruju (penangkal malapetaka) menyiratkan filosofi perlindungan.
Persona Karakter: Anggun dan bijaksana, Sasi merepresentasikan warisan Kerajaan Banjar yang bertransformasi dari kain ritual batatamba (penyembuh) menjadi komoditas modern. Gerakannya memancarkan gelombang warna cerah—metafora dari puluhan ribu meter Sasirangan yang diproduksi tiap tahun sebagai tulang punggung UKM Kalsel.
Baca juga: Cerita di Balik Kain Sasirangan Khas Banjar
2. Meratus: Sang Penjaga Geopark Purba
Identitas Visual:
- Mantel Topografi: Berbentuk peta pegunungan dengan tekstur batuan ofiolit berusia 200 juta tahun—batuan tertua di Indonesia.
- Senjata Mandau Bercahaya: Pedang tradisional Dayak yang berpendar seperti kristal, terinspirasi dari mineral langka di karst Meratus.
Persona Karakter: Tegas dan misterius, Meratus adalah penjaga keseimbangan ekologi. Rambutnya berwarna abu-abu granit, sementara matanya memantulkan bayangan bekantan (monyet endemik) dan anggrek bulan. Ia mengendalikan sungai-sungai jernih dan hutan tropis, mencerminkan keanekaragaman hayati yang diakui UNESCO pada April 2025.
3. Ria: Roh Sejukkan Riam Bidadari
Identitas Visual:
- Rambut Hijau Zamrud: Menyerupai air terjun bertingkat di Tabalong, dengan riak air yang selalu bergerak.
- Kalung Batu Zamrud: Memancarkan "air suci" yang menyembuhkan—metafora dari kolam alami di Lumbang yang dipercaya menyegarkan jiwa.
Persona Karakter: Ceria dan petualang, Ria membawa miniatur air terjun di punggungnya. Ia ahli trekking dan simbol pariwisata berbasis komunitas. Kostumnya yang hijau toska terinspirasi dari hutan tropis pegunungan Meratus, sementara senyumnya memantulkan viralnya spot "ayunan di atas tebing" di media sosial.
Peta Transformasi Budaya-Alam
| Asal | Kekuatan Unik | Metafora Visual |
|---|---|---|
| Banjarmasin | Pasar terapung & anyaman | Topi perahu, kostum motif kanal |
| Banjarbaru | Motif Sasirangan | Kipas bambu, lapisan kain sirang |
| Pegunungan Meratus | Geologi & fauna endemik | Mantel batuan, Mandau kristal |
| Tabalong | Ekowisata air terjun | Rambut air, jubah hijau zamrud |
Baca juga: 6 Rekomendasi Gunung di Kalimantan Selatan yang Bisa Kamu Rasakan Petualangannya!
Dampak di Balik Layar
Proyek ini bukan hanya fantasi—ia adalah strategi pelestarian. Pemerintah Kalsel telah mengintegrasikan Sasi, Meratus, dan Ria ke dalam:
- Edukasi Budaya: Workshop desain anime berbasis motif Sasirangan untuk pelajar.
- Promosi Pariwisata: Serial web komik "Geopark Chronicles" yang menampilkan Meratus sebagai pemandu virtual.
- Ekonomi Kreatif: Merchandise karakter dengan bahan Sasirangan asli, mendukung pengrajin lokal.
"Anime adalah bahasa universal untuk menyampaikan bahwa budaya dan alam Kalsel bukan relik masa lalu—tapi entitas hidup yang terus bernafas."
Proyek ambisius ini menghadapi ujian: bagaimana mempertahankan keaslian filosofi Banjar-Dayak dalam estetika anime yang global? Solusinya: melibatkan tetua adat sebagai cultural consultant, dan menggunakan palet warna alam Kalsel—kuning kunyit (Sasirangan), hijau paku (Meratus), dan biru jernih (Riam Bidadari) sebagai DNA visual.
Dengan Sasi, Meratus, dan Ria, Kalimantan Selatan tak hanya lahir di atas kain dan batu—tapi juga di imajinasi dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kalimantan Selatan, Dinas Komunikasi Dan Informatika Prov. Kalsel, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif RI, UNESCO Global Geopark Meratus