Minggu, 19 APRIL 2026 • 07:46 WIB

Waspada Banjir Rob Pesisir Kalimantan Selatan 17-23 April 2026: Dampak Fenomena Perigee

Author

Waspada Banjir Rob Pesisir Kalimantan Selatan 17-23 April 2026: Dampak Fenomena Perigee (cuacakalsel)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi melanda wilayah Kalimantan Selatan. Peringatan ini berlaku mulai tanggal 17 hingga 23 April 2026. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak buruk dari kenaikan pasang air laut yang signifikan.

Penyebab Utama Kenaikan Pasang Air Laut
Berdasarkan rilis resmi BMKG, fenomena alam ini dipicu oleh adanya fase Bulan Baru yang terjadi pada 17 April 2026, yang kemudian diikuti oleh fenomena Perigee pada 19 April 2026. Perigee adalah kondisi di mana posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Kombinasi kedua fenomena astronomi ini secara gravitasi berpotensi besar meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di atas rata-rata normal.

Pemantauan data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kalimantan Selatan merupakan salah satu titik yang paling rentan terdampak. Hal ini bukan sekadar pasang biasa, melainkan kondisi yang dapat menyebabkan air laut meluap ke daratan atau yang dikenal dengan istilah banjir rob.

Wilayah Terdampak dan Waktu Kejadian
Pusat perhatian utama dalam peringatan ini adalah wilayah Perairan Kotabaru. Berdasarkan data dari PUSHIDROS TNI AL, pasang maksimum diprediksi akan terjadi setiap hari pada rentang waktu pukul 05.00 hingga 10.00 WITA. Ketinggian pasang air laut diperkirakan bisa mencapai angka maksimal 3,0 meter.

Selain pesisir Kotabaru, beberapa wilayah lain di Kalimantan Selatan yang masuk dalam zona potensi terdampak meliputi:

  • Pesisir Tanah Laut
  • Pesisir Tanah Bumbu

Dampak Terhadap Aktivitas Masyarakat
Munculnya banjir rob ini dipastikan akan mengganggu ritme kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan pesisir. BMKG menyoroti beberapa sektor yang akan terdampak langsung, di antaranya:

  • Transportasi dan Pelabuhan: Kegiatan bongkar muat di pelabuhan kemungkinan besar akan terhenti atau mengalami kendala teknis akibat genangan air.
  • Pemukiman Warga: Rumah-rumah di pinggir pantai berisiko terendam, yang menuntut warga untuk segera mengamankan barang berharga.
  • Sektor Perikanan: Aktivitas perikanan darat atau tambak di sekitar pesisir terancam mengalami kerugian akibat luapan air laut yang mengubah kadar garam dan merusak infrastruktur tambak.

Langkah Antisipasi
Mengingat tingginya potensi risiko, masyarakat diharapkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan informasi pasang surut air laut dari kanal resmi BMKG. Pastikan drainase di sekitar lingkungan bersih untuk mempercepat surutnya air, dan hindari aktivitas di dermaga atau bibir pantai pada jam-jam puncak pasang maksimum yang telah disebutkan.

Tetap waspada dan utamakan keselamatan dalam menghadapi fenomena alam ini hingga situasi dinyatakan kembali normal setelah tanggal 23 April 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cuacakalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU