Dispora Kalsel Perketat Syarat Administrasi POPDA 2026: Wajib KIA dan e-KTP untuk Cegah Manipulasi Usia
Langkah Berani Dispora Kalsel Wujudkan POPDA 2026 yang Jujur dan Sportif
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen serius dalam mereformasi kualitas penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi tahun 2026. Fokus utama tahun ini bukan hanya pada kemegahan acara, melainkan pada integritas kompetisi melalui penguatan syarat administrasi peserta.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan bahwa setiap atlet yang bertanding memiliki data yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Hal ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga prestasi di Bumi Lambung Mangkurat, di mana kejujuran menjadi fondasi utama dalam menjaring bibit unggul masa depan.
Kewajiban Identitas Resmi: e-KTP dan KIA
Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid, mengonfirmasi bahwa seluruh atlet pelajar yang berlaga di Banjarmasin pada Mei 2026 mendatang wajib membawa identitas kependudukan asli. Dokumen yang dimaksud adalah Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi yang sudah cukup umur, atau Kartu Identitas Anak (KIA) bagi atlet yang masih di bawah usia 17 tahun.
Kebijakan ini bukan sekadar formalitas administratif. Menurut Rijal, penggunaan dokumen kependudukan resmi merupakan instruksi langsung dari pimpinan Dispora Kalsel untuk menutup rapat celah kecurangan, terutama terkait manipulasi usia yang pernah menjadi catatan pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Kolaborasi Strategis dengan Disdukcapil
Salah satu inovasi penting dalam POPDA 2026 adalah keterlibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam proses verifikasi. Dispora Kalsel tidak ingin mengambil risiko dengan hanya melakukan pengecekan manual. Dengan menggandeng Disdukcapil, validitas tahun kelahiran atlet akan dipadankan langsung dengan database kependudukan nasional.
Berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku, atlet yang berhak mengikuti ajang ini adalah mereka yang lahir pada tahun 2009. Verifikasi ketat ini memastikan bahwa persaingan di lapangan benar-benar terjadi antar atlet dalam kategori usia yang sama, sehingga menciptakan level bermain yang adil (equal playing field).
Menjunjung Tinggi Nilai Sportivitas
Dispora Kalsel menekankan bahwa prestasi olahraga tidak memiliki arti jika diraih dengan cara yang tidak jujur. Rijal Hamid menegaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat—mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial—memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah POPDA sebagai wadah pendidikan karakter.
"Prestasi yang diraih harus murni dari hasil latihan keras dan kemampuan teknik di lapangan, bukan karena manipulasi data," tegas Rijal dalam keterangannya pada Senin (13/4/2026). Semangat ini diharapkan dapat menular ke seluruh kabupaten/kota pengirim kontingen.
Imbauan Kesiapan Fisik Atlet
Menjelang pelaksanaan yang tinggal menghitung minggu, Dispora Kalsel juga memberikan perhatian khusus pada kesiapan fisik para atlet. Saat ini, banyak atlet di berbagai daerah sedang menjalani proses seleksi ketat dan pemusatan latihan mandiri.
Pihak penyelenggara mengimbau agar para atlet tetap menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan disiplin dalam berlatih untuk menghindari cedera sebelum hari pertandingan. Stamina yang prima serta kesehatan yang terjaga menjadi kunci utama agar setiap pelajar dapat menampilkan performa terbaiknya dan membawa pulang medali kemenangan untuk daerah masing-masing.
Dengan sistem verifikasi yang lebih modern dan transparan, POPDA Kalsel 2026 diharapkan menjadi standar baru penyelenggaraan event olahraga pelajar yang profesional dan bersih di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel