Antusiasme Meledak, HAKA Padel Tournament 2026 Jadi Tonggak Baru Olahraga Padel di Kalimantan Selatan
Demam olahraga padel kini benar-benar melanda Kalimantan Selatan. Fenomena ini terlihat jelas dari suksesnya penyelenggaraan HAKA Padel Tournament 2026 yang digelar di Borneo Padel Banjarmasin pada 9 hingga 12 April 2026. Turnamen ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan menjadi bukti nyata bahwa padel telah bertransformasi dari sekadar tren gaya hidup menjadi cabang olahraga prestasi yang diminati lintas daerah.
Rekor Partisipasi dan Jangkauan Peserta
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan angka partisipasi yang impresif. Sebanyak 93 pasangan atau total 186 peserta turut ambil bagian dalam memperebutkan gelar juara. Daya tarik turnamen ini terbukti mampu menjangkau wilayah yang luas; peserta tidak hanya datang dari lingkup Banjarmasin dan Banjarbaru, tetapi juga merambah hingga Kabupaten Tapin. Bahkan, beberapa kontestan datang jauh-jauh dari Surabaya, Jawa Timur, untuk merasakan atmosfer kompetisi di Bumi Lambung Mangkurat.
Ahmad Adi Safrianto selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa kategori yang dipertandingkan mencakup berbagai tingkatan kemampuan. Mulai dari Beginner Men dan Beginner Women bagi pendatang baru, Bronze Men dan Bronze Women untuk level menengah, hingga kasta tertinggi yakni Silver Men. Pembagian kategori ini bertujuan agar kompetisi berjalan adil dan memberikan ruang bagi setiap pemain untuk berkembang sesuai progres mereka.
Legitimasi Federasi: Sejarah Baru Padel Banua
Satu hal yang membuat HAKA Padel Tournament 2026 terasa istimewa adalah pengakuan resminya. Adi menegaskan bahwa ajang ini merupakan turnamen padel pertama di Kalimantan Selatan yang secara resmi terafiliasi dengan Persatuan Bulutangkis Padel Indonesia (PBPI). Dengan berada di bawah naungan federasi, turnamen ini memiliki legitimasi hukum dan teknis yang kuat.
Langkah ini dianggap sebagai lompatan besar bagi ekosistem padel di Banua. Kehadiran federasi memastikan standar permainan dan regulasi yang diterapkan sejajar dengan skala nasional, sehingga poin atau prestasi yang diraih atlet memiliki nilai lebih di mata organisasi olahraga resmi.
Dominasi Lokal di Kategori Bergengsi
Optimisme terhadap masa depan padel di Kalsel kian menguat seiring dengan munculnya prestasi dari atlet lokal. Di kategori Silver Men yang merupakan kasta paling kompetitif, gelar juara berhasil diamankan oleh putra daerah. Hal ini mengirimkan sinyal positif bahwa Kalimantan Selatan memiliki bibit-atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, pada kategori Beginner Men, pasangan Daffa Kusuma Aji dan Revy Marcelio dari Laperte Padel de Club tampil begitu dominan. Mereka sukses mengunci kemenangan telak dengan skor 6-1 atas pasangan Ivan dan Raga di partai final. Daffa mengungkapkan bahwa perjalanannya bermula dari sekadar mencari hiburan, namun intensitas bermain yang tinggi menumbuhkan semangat kompetitif dalam dirinya. Kemenangan ini pun menjadi motivasi baginya untuk segera "naik kelas" ke kategori Bronze Men.
Tantangan Fasilitas di Tengah Tingginya Minat
Meski prestasi terus bermunculan, tantangan baru mulai terasa. Pesatnya pertumbuhan komunitas padel di Banjarmasin membuat ketersediaan lapangan menjadi isu utama. Adi mencatat bahwa dalam setahun terakhir, fasilitas lapangan hampir selalu terisi penuh setiap harinya.
Harapan besar muncul dari para peserta, termasuk Daffa, agar infrastruktur padel di Banjarmasin terus ditambah. Dengan sinergi antara prestasi atlet, dukungan federasi (PBPI), dan penambahan fasilitas yang memadai, Kalimantan Selatan berpotensi menjadi salah satu sentra kekuatan padel di Indonesia di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel