Selasa, 17 MARET 2026 • 21:54 WIB

Strategi Pemprov Kalsel Tekan Inflasi Jelang Ramadan & Idulfitri 1447 H

Author

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (16/3/2026) (mckalsel)

Langkah Strategis Pemprov Kalsel Kendalikan Inflasi Menjelang Ramadan 1447 H
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi agar tidak membebani daya beli masyarakat di banua.

Komitmen ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan strategis ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga jajaran pemerintah kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Selatan.

Fokus pada Stabilitas Pangan dan Intervensi Pasar
Fokus utama dalam rapat TPID kali ini adalah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok. Berdasarkan data terbaru dari BPS, beberapa wilayah seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru masih menunjukkan angka inflasi yang relatif tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur Muhidin meminta BPS memberikan data perkembangan harga secara rutin dan akurat setiap bulan. Data ini akan menjadi basis bagi pemerintah untuk melakukan intervensi yang tepat sasaran.

Beberapa langkah konkret yang disiapkan antara lain:

  • Penyelenggaraan Pasar Murah: Digelar khusus di wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan harga bahan pangan signifikan.
  • Distribusi Langsung: Meminta distributor besar untuk menyalurkan barang kebutuhan pokok secara langsung ke daerah terdampak inflasi guna memutus rantai distribusi yang panjang.

Fenomena Harga Emas dan Dampaknya pada Inflasi
Hal menarik dalam pertemuan ini adalah sorotan Gubernur terhadap kenaikan harga emas yang menembus angka Rp3 juta per gram. Ketidakpastian geopolitik global telah mendorong masyarakat berbondong-bondong membeli emas. Namun, Muhidin mengingatkan bahwa pembelian emas dalam bentuk perhiasan masuk dalam komponen perhitungan inflasi, berbeda dengan emas batangan.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja. Jika tujuannya adalah investasi jangka panjang, emas batangan menjadi pilihan yang lebih stabil dan tidak memicu inflasi daerah secara langsung. Meski begitu, pemerintah tetap menghormati preferensi masyarakat dalam memilih perhiasan.

Menjaga Daya Beli Melalui Penyesuaian Harga yang Terukur
Selain sektor pangan dan emas, Gubernur juga menyinggung pentingnya koordinasi terkait tarif kebutuhan mendasar seperti listrik. Ia menyarankan agar setiap kebijakan penyesuaian harga dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak terkejut dengan kenaikan harga yang mendadak, sehingga daya beli tetap terjaga di tengah suasana religius Ramadan.

Dengan koordinasi yang solid antara Forkopimda, instansi vertikal, dan TPID di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis dapat melewati periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H dengan kondisi ekonomi yang stabil dan kondusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU