Kesiapan Bandara Syamsudin Noor Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
Menyambut tradisi mudik yang menjadi momen krusial setiap tahunnya, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports telah mengambil langkah proaktif. Di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, layanan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 resmi disiapkan untuk mengawal kelancaran arus penumpang yang diperkirakan akan meningkat signifikan pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Operasional Posko Terpadu Selama 18 Hari
Posko Terpadu ini berlokasi strategis di Exhibition Hall Terminal Kedatangan. Secara resmi, posko mulai beroperasi pada Kamis, 12 Maret 2026, dan akan melayani pengguna jasa selama 18 hari penuh hingga 30 Maret 2026. Jam operasional posko mengikuti jadwal aktivitas bandara, yakni mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA.
Keberadaan posko ini bukan sekadar formalitas, melainkan pusat koordinasi lintas instansi. InJourney Airports menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga pihak maskapai. Selain itu, keterlibatan BMKG, AirNav Indonesia, dan instansi terkait lainnya memastikan bahwa aspek keselamatan serta navigasi udara tetap berada dalam standar tertinggi di tengah kepadatan lalu lintas udara.
Prediksi Kenaikan Trafik dan Puncak Arus Mudik
Berdasarkan data proyeksi dari pihak pengelola, Bandara Internasional Syamsudin Noor diperkirakan akan mengalami kenaikan trafik yang cukup stabil. Jumlah penumpang diproyeksikan tumbuh sebesar 3 persen, dari angka tahun sebelumnya sebanyak 179.651 orang menjadi 184.772 penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat diprediksi naik 4 persen hingga mencapai 1.486 pergerakan.
Bagi Anda yang merencanakan perjalanan, penting untuk mencatat estimasi puncak kepadatan:
- Puncak Arus Mudik: Diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026 dengan volume penumpang mencapai 12.806 orang.
- Puncak Arus Balik: Diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026 dengan estimasi 12.716 penumpang.
Komitmen Keamanan dan Kenyamanan Penumpang
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menegaskan bahwa kesiapan ekstra telah dilakukan melalui berbagai tahapan. Mulai dari inspeksi keselamatan penerbangan (ramp check), rapat Airport Security Committee, hingga pengecekan rutin fasilitas terminal untuk memastikan kenyamanan pengguna jasa meski di tengah peningkatan mobilitas masyarakat saat Ramadan.
Selain kesiapan personil, pihak bandara juga telah mematangkan skenario mitigasi untuk kondisi darurat maupun situasi force majeure. Hal ini dilakukan agar operasional tetap berjalan lancar dan aman bagi seluruh calon penumpang. Dengan persiapan yang optimal, InJourney Airports berkomitmen memberikan pengalaman mudik yang berkesan bagi seluruh warga Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel