Rabu, 04 MARET 2026 • 09:43 WIB

Inflasi Kalsel Terkendali di Angka 5,97% Saat Ramadan: Dampak Harga Emas dan Tarif Listrik

Author

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memonitor pergerakan inflasi daerah menjelang Idul Fitri 2026. Meski harga emas dan tarif listrik melonjak, harga pangan di Kalsel tetap stabil dan terkendali. (mckalsel)

Pemprov Kalsel terus memperketat pengawasan terhadap stabilitas ekonomi daerah di tengah momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026. Melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri pada Selasa (3/3/2026), Pemprov Kalsel memastikan bahwa meskipun terdapat tekanan pada beberapa komoditas non-pangan, kondisi ekonomi secara umum masih dalam koridor yang aman.

Dinamika Inflasi Nasional dan Lokal
Dalam pertemuan virtual tersebut, tercatat bahwa inflasi nasional secara month-to-month berada di angka 4,76 persen. Tren ini dipicu oleh dua faktor utama yang berada di luar kendali sektor pangan, yakni meroketnya harga emas perhiasan dan penyesuaian tarif tenaga listrik.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, terutama situasi di kawasan Timur Tengah yang telah memicu tren kenaikan harga selama 30 bulan terakhir. Selain itu, lonjakan inflasi pada sektor listrik terjadi karena adanya perbandingan year-on-year dengan awal tahun 2025 yang saat itu masih menikmati kebijakan diskon tarif sebesar 50 persen.

Kondisi Riil Ekonomi Kalimantan Selatan
Untuk wilayah Kalimantan Selatan sendiri, angka inflasi year-on-year tercatat sebesar 5,97 persen. Eddy menjelaskan bahwa profil inflasi di Banua sangat mirip dengan tren nasional, di mana emas dan listrik menjadi kontributor utama. Namun, terdapat kabar positif bagi masyarakat terkait biaya hidup harian.

Meskipun angka tahunan terlihat cukup tinggi, inflasi bulanan (month-to-month) di Kalimantan Selatan justru bertahan di level rendah, yakni hanya 0,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa gejolak harga di pasar lokal masih sangat terkendali dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.

Fokus Stabilitas Pangan Selama Ramadan
Salah satu pencapaian penting Pemprov Kalsel saat ini adalah kemampuan menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan suci. Eddy menekankan bahwa harga kebutuhan pokok di Kalsel dinilai relatif stabil, meski pengawasan tetap tidak boleh kendur menjelang hari raya Idul Fitri.

Beberapa poin perhatian utama dalam pengendalian harga di lapangan meliputi:

  • Mewaspadai komoditas volatile food seperti cabai rawit dan cabai merah yang mulai mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah.
  • Memastikan distribusi pangan berjalan lancar ke seluruh pelosok 13 kabupaten/kota di Kalsel.
  • Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan Polda Kalsel serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam memantau stok di pasar.

Sekjen Kemendagri, Tomsi Thohir, turut mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang berhasil menjaga harga komoditas lebih rendah dibandingkan periode Ramadan tahun lalu. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang terus dipantau melalui Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU