Memasuki pekan pertama bulan Maret, masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi anomali cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor baru saja merilis prospek cuaca mingguan yang menunjukkan adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di berbagai titik wilayah Banua.
Pemetaan Wilayah Rawan Hujan Lebat
Berdasarkan keterangan dari Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawan Bayu Kencana Putra, kondisi atmosfer sepekan ke depan secara umum akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat titik-titik krusial yang diprediksi mengalami peningkatan intensitas hujan secara signifikan.
Pada periode 4 hingga 6 Maret 2026, wilayah Kalimantan Selatan bagian utara seperti Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara menjadi fokus utama karena potensi hujan sedang yang bisa meningkat menjadi lebat. Kondisi ini juga membayangi wilayah barat, mulai dari Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, hingga kawasan metropolitan Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar).
Berlanjut ke periode 7 hingga 10 Maret 2026, konsentrasi hujan diperkirakan meluas ke wilayah timur dan selatan. Masyarakat di Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang lebih intens selama kurun waktu tersebut.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Selanjutnya, pada siang hingga sore hari tanggal 6 Maret 2026, potensi angin kencang dan petir mengancam wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Balangan, dan Tabalong. Memasuki tanggal 9 hingga 10 Maret 2026, gangguan cuaca berupa kilat dan angin kencang diprakirakan kembali menyasar wilayah Banjarbakula serta pesisir timur (Tanah Bumbu dan Kotabaru).
Ancaman di Sektor Kelautan: Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Wilayah pesisir juga dihantui oleh risiko banjir rob akibat pasang air laut maksimum. Di perairan Kotabaru, ketinggian pasang diprediksi mencapai 2,6 meter. Fenomena ini diperkirakan terjadi dalam dua jendela waktu: pukul 17.00–20.00 WITA pada 4–6 Maret, serta pukul 07.00–09.00 WITA pada 7–10 Maret 2026.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cuacakalsel