Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 14:20 WIB

Strategi Pemprov Kalsel Tekan Inflasi Ramadan 2026: Pasar Murah Jadi Andalan

Author

Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Menjaga Stabilitas Ekonomi Selama Ramadan (pinterest)

Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Menjaga Stabilitas Ekonomi Selama Ramadan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama selama bulan suci Ramadan 2026. Berdasarkan rilis data inflasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada minggu ketiga Februari, tercatat bahwa angka inflasi di wilayah Kalimantan Selatan mulai menunjukkan tren penurunan yang positif. Hal ini menjadi sinyal baik bagi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan musiman.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan apresiasi terhadap kondisi ini. Melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, disampaikan bahwa penurunan inflasi ini merupakan hasil dari terkendalinya harga-harga kebutuhan pokok di pasar. Meskipun demikian, pemerintah tetap waspada karena masih terdapat beberapa komoditas non-pangan, seperti emas, yang harganya relatif masih tinggi.

Faktor Pendorong Inflasi Selama Ramadan
Kenaikan inflasi di tingkat daerah sering kali dipicu oleh hukum pasar yang sederhana: meningkatnya permintaan masyarakat saat momen hari besar keagamaan. Selama Ramadan, pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, yang secara otomatis memberikan tekanan pada sisi penawaran.

Miftahul Chair menjelaskan bahwa fenomena ini memerlukan langkah pengendalian yang lebih intensif agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memitigasi potensi inflasi yang lebih tinggi di bulan Maret dan April mendatang.

Pasar Murah: Solusi Strategis Tekan Harga
Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Pemprov Kalsel adalah melalui pelaksanaan pasar murah secara masif. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan untuk menjangkau berbagai wilayah.

Pasar murah ini diharapkan menjadi instrumen efektif untuk mengintervensi harga pasar. Dengan menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar reguler, masyarakat memiliki alternatif yang lebih terjangkau, sehingga permintaan terhadap barang di pasar umum dapat lebih seimbang. Upaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu meringankan beban ekonomi warga selama menjalankan ibadah puasa.

Pemantauan Distribusi dan Evaluasi Pemasok
Selain intervensi langsung melalui pasar murah, Pemprov Kalsel juga memperkuat pengawasan di lini distribusi. Petugas di lapangan melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional dan modern untuk memastikan ketersediaan stok.

Langkah strategis lainnya adalah meningkatkan koordinasi dan evaluasi terhadap para pemasok serta distributor. Tujuannya sangat jelas: memastikan rantai pasok barang tetap lancar tanpa ada kendala distribusi yang bisa menyebabkan kelangkaan barang. Evaluasi berkala terhadap pemasok dilakukan agar harga tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan akibat praktik spekulasi.

Sinergi Demi Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap bahwa sinergi yang kuat antara TPID, Dinas Perdagangan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga hingga menjelang hari raya Idulfitri. Dengan terjaganya stabilitas harga dan terkendalinya inflasi, diharapkan daya beli masyarakat tetap kuat, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU