Memperkuat Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Pencegahan Narkoba
Penyalahgunaan narkotika merupakan tantangan besar yang memerlukan penanganan komprehensif, bukan hanya dari sisi medis tetapi juga sosial. Dalam upaya ini, peran keluarga kembali ditekankan sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan proses pemulihan. Hal ini menjadi poin utama dalam kegiatan Family Support Group (FSG) yang diselenggarakan oleh Yayasan Pemulihan Rehabilitasi (YPR) Kobra di Aula Sentra Budi Luhur.
Dengan mengangkat tema "Pulih Bersama, Tumbuh Bersama," kegiatan ini tidak sekadar menjadi pertemuan formal, melainkan ruang refleksi mendalam bagi para residen yang sedang menjalani program rehabilitasi dan keluarga mereka.
Dialog Terbuka dan Momen Haru Penyatuan Kembali
Kegiatan FSG ini dirancang untuk membuka sumbatan komunikasi yang sering kali rusak akibat penyalahgunaan napza. Melalui dialog terbuka, tercipta komunikasi dua arah antara residen, keluarga, dan para pendamping. Suasana di Aula Sentra Budi Luhur berubah menjadi haru saat prosesi simbolis berlangsung. Para residen melakukan sungkeman dan membasuh kaki orang tua mereka sebagai bentuk permohonan maaf dan simbol kesungguhan untuk memperbaiki diri.
Ketua IPWL YPR Kobra, Ardian Noverdi Pratama, menegaskan bahwa keberhasilan seorang residen untuk sembuh sangat bergantung pada seberapa besar keterlibatan keluarganya. Proses pemulihan yang sesungguhnya justru diuji saat mereka selesai menjalani program dan kembali ke tengah masyarakat. Oleh karena itu, lingkungan yang suportif dan komunikasi yang sehat di rumah menjadi faktor penentu agar mereka tidak kembali terjerumus pada lubang yang sama.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pemulihan Berkelanjutan
Upaya rehabilitasi di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Sentra Budi Luhur, misalnya, tidak hanya memfasilitasi tempat pertemuan, tetapi juga memperkuat program vokasional untuk membekali para residen dengan keterampilan hidup. Kepala Sentra Budi Luhur, Ratna Dewi Sartika, menyebutkan bahwa FSG adalah momentum penting untuk merekatkan kembali ikatan emosional yang sempat retak.
Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial. Kabid Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi, menjelaskan bahwa FSG merupakan bagian dari intervensi sosial yang menitikberatkan pada pemulihan relasi. Dengan relasi keluarga yang kuat, diharapkan muncul ketahanan emosional yang mampu membentengi individu dari pengaruh negatif narkotika di masa depan.
Harapan Baru bagi Masa Depan Residen
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Diskominfo Kalsel, UPTD Kemensos RI, hingga berbagai organisasi inklusi dan sosial lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa masalah narkoba adalah tanggung jawab kolektif.
Melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif, program rehabilitasi diharapkan mampu melahirkan pribadi yang lebih siap secara mental dan mandiri secara ekonomi untuk menjalani kehidupan sosial yang normal kembali. Keluarga bukan lagi sekadar penonton, melainkan mitra aktif dalam perjalanan panjang menuju kepulihan yang sejati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel