Momentum haru dan penuh khidmat menyelimuti lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat melepas puluhan abdi negara yang telah memasuki masa purna bakti. Sebanyak 50 anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) secara resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sebuah seremoni hangat yang digelar di Banjarmasin. Acara ini menjadi simbol penghormatan tertinggi atas loyalitas yang telah mereka berikan selama puluhan tahun demi kemajuan Bumi Lambung Mangkurat.
Apresiasi Tinggi untuk Dedikasi Puluhan Tahun
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada para pensiunan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa kontribusi para ASN purna tugas ini adalah pilar penting dalam sejarah panjang pembangunan daerah. Syarifuddin menyebutkan bahwa tenaga, pikiran, serta dedikasi yang telah dicurahkan dalam melayani masyarakat merupakan warisan yang sangat berharga.
Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut adalah cerita perjalanan karier Gusti Yanuar Noor Rifai. Mengabdi selama 37 tahun, perjalanan Gusti menjadi saksi hidup transformasi teknologi di birokrasi, mulai dari era mesin ketik manual hingga penggunaan sistem komputerisasi dan smartboard yang canggih di masa kini. Transformasi ini menunjukkan betapa besarnya kemampuan adaptasi para ASN senior dalam mengikuti perkembangan zaman demi pelayanan publik yang tetap prima.
Masa Purna Tugas Sebagai Awal Pengabdian Baru
Meskipun secara administratif tugas mereka telah berakhir, Sekda Syarifuddin menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal kata selesai. Ia berharap para purna tugas tetap menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai integritas dan tanggung jawab yang selama ini mereka pegang teguh. Sosok mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi ASN muda yang kini memegang tongkat estafet kepemimpinan di Kalimantan Selatan.
Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Risiko
Menariknya, acara pelepasan ini juga menjadi ajang diskusi konstruktif bagi kemajuan birokrasi. Pemerintah Provinsi menyerap masukan penting mengenai tantangan tata kelola keuangan, terutama terkait kebutuhan tenaga akuntansi dalam proses pemeriksaan.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur Kalsel berencana mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko yang menyasar seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Program strategis ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan BPKP. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan yang diambil telah diperhitungkan risikonya secara matang, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas secara akuntabel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel